Lingkaran
Nama lain: Mage Circle
- Rentang
- Lingkaran ke-1 hingga ke-9
- Sifat
- Cincin kekuatan sihir di sekeliling jantung
- 'Dinding' utama
- Lingkaran ke-5, ke-6, ke-7
- Lingkaran ke-8 kini
- Dua: Master Menara Biru dan Merah
- Puncak
- Lingkaran ke-9 (legendaris, hilang)
- Untuk lulus
- Pangkat master Lingkaran ke-3
Deskripsi
Circle adalah tolok ukur kekuatan seorang penyihir di dunia ini. Secara fisik, Circle adalah cincin-cincin kekuatan magis yang mengelilingi jantung seorang penyihir: penyihir Circle ke-2 memiliki dua cincin, Circle ke-3 memiliki tiga, dan seterusnya. Untuk menguasai Circle berikutnya, seseorang tidak cukup hanya mengumpulkan cukup kekuatan magis, melainkan harus memahami makna dan sirkulasi lingkaran sihir serta belajar mengendalikan elemen dengan bebas. Dua kualitas bawaan penting dalam penggunaan sihir: kekuatan magis (yang dapat diisi ulang dengan reagen) dan afinitas, atau kepekaan (yang mengatur kendali). Justru kurangnya afinitas itulah yang membuat Theodore tidak bisa lulus dari Academy hingga ia mendapatkan Gluttony — kelulusan mengharuskan gelar master Circle ke-3.
Tingkat bawah dicapai dengan mengumpulkan kekuatan: mencapai Circle ke-4 relatif mudah, terutama dengan reagen sihir. Di luar itu, 'dinding-dinding' mulai muncul. Circle ke-5 hanya bisa dicapai melalui pencerahan khusus atau pencapaian istimewa — uang dan reagen saja tidak cukup, dan banyak yang terjebak di Circle ke-4 hingga ajal menjemput. Sebelum Circle ke-6 terdapat penghalang yang jauh lebih berat, dan bahkan penyihir terbaik di benua pun jarang berhasil melewati dinding Circle ke-7: sebagian besar Tower Master terhenti di sana.
Di era kini, hanya dua orang yang telah mencapai Circle ke-8 — Master Menara Biru Meltor (Blundell) dan Master Menara Merah (Veronica) — yang menempatkan mereka di atas manusia mana pun; merekalah yang memungkinkan Kerajaan Meltor yang kecil bersaing secara seimbang dengan Kekaisaran Andras yang jauh lebih besar. Circle ke-9, puncak tertinggi penguasaan manusia, telah lama menjadi legenda: seorang penyihir Circle ke-9 dapat memerintah seluruh benua seorang diri.
Di Kerajaan Meltor, hanya tiga orang yang boleh memberi perintah langsung kepada para tetua Tower — Master Menara Merah Veronica, Master Menara Biru Blundell, dan Raja Kurt III sendiri: pangkat Circle ke-8 menempatkan keduanya hampir setara dengan mahkota. Pada Zaman Mitos, archmage Circle ke-9 bukanlah hal langka, namun di era kini tidak ada yang tersisa — mereka hanya hidup dalam catatan sejarah. Gluttony adalah kasus istimewa: ia memungkinkan Theodore mendaki Circle meski afinitasnya hampir nol, menggantikan bakat bawaan dengan buku dan mantra yang telah dimakannya.
Dinding dan batas
Hingga Lingkaran ke-4 — mengumpulkan kekuatan dan reagen; dicapai dengan relatif mudah. Lingkaran ke-5 menuntut pencerahan atau pencapaian khusus, bukan uang, dan banyak yang mandek di ke-4 selamanya. Lingkaran ke-6 dan ke-7 tertutup «dinding» tebal: bahkan penyihir terbaik pun mandek di depan ke-7, tempat sebagian besar Master Menara juga berhenti.
Lingkaran ke-8 di era modern hanya dimiliki dua Master Menara Meltor, menempatkan mereka di atas manusia lain dan nyaris setara raja. Lingkaran ke-9 telah hilang sejak Era Mitos dan menjadi mitos: konon penyihir semacam itu bisa memerintah benua seorang diri.
Kekuatan dan afinitas
Dua kualitas bawaan penting untuk sihir: kekuatan sihir (dikumpulkan dan diisi ulang dengan reagen) dan afinitas/kepekaan, yang mengatur pengendalian elemen. Kurangnya afinitas adalah vonis: inilah yang menghalangi Theodore maju dan lulus sampai Gluttony memberinya jalan pintas — melahap mantra jadi dan pengalaman para penulisnya, melewati penghalang bakat.
Hubungan
- Bergen AcademyPenerapan
Kelulusan mensyaratkan pangkat master Lingkaran ke-3.
- Tujuh MenaraHierarki
Master Menara adalah pangkat tertinggi; kebanyakan mandek di Lingkaran ke-7, hanya dua yang mencapai ke-8.
-
GluttonyArtefak terkaitMemungkinkan Theodore menaiki Lingkaran meski afinitasnya nol.
- Era MitosIstilah terkait
Di era itu, para archmage Lingkaran ke-9 lumrah; kini tak ada yang tersisa.