Gluttony
Nama lain: Gluttony
- Jenis
- Grimoir (artefak)
- Set
- Tujuh Dosa
- Dosa
- Kerakusan
- Makanan
- Buku dan benda sihir
- Lawan pasangan
- Keangkuhan (Superbia)
- Asal-usul
- Era Mitos
Deskripsi
Gluttony adalah artefak utama dalam cerita ini dan sumber dari seluruh kekuatan Theodore Miller. Ia adalah grimoir kuno dari set Tujuh Dosa, yang akarnya merambah ke sebuah zaman yang telah lama terhapus dari catatan sejarah. Theodore menemukannya di perpustakaan Akademi Bergen sebagai buku lusuh yang tampak biasa saja: begitu ia menyentuhnya, sebuah lidah menyembul dari telapak tangannya, menangkap mangsanya, dan menariknya ke dalam. Begitulah cara Gluttony makan — ia mengonsumsi benda-benda magis dan, di atas segalanya, buku, dan setiap santapan menguntungkan pemiliknya. Bagi grimoir ini, buku adalah makanan yang bertumpuk, dan imbalannya terkait langsung dengan apa yang dimakan.
Mekanismenya sederhana namun kejam: buku yang ditelan tersimpan utuh dalam ingatan Theodore, dan jika buku itu menggambarkan sebuah mantra, ia langsung menguasainya. Theo yang tidak berbakat, setelah memberi makan grimoir dengan 'Manual Sihir Petir', seketika mendapatkan Sambaran Petir yang ratusan kali gagal ia kuasai. Semakin berharga santapannya, semakin besar imbalannya: 'Sihir Balistik' karya asli pahlawan perang Alfred Bellontes memberi Theo bukan hanya Peluru Sihir, tetapi juga Sinkronisasi itu sendiri — kesempatan untuk menghayati pengalaman dan kebijaksanaan pengarangnya, memahami apa yang para sarjana gagal pecahkan selama tiga puluh tahun. Seiring dilepasnya segel-segel tersebut, grimoir membuka kunci Memorisasi (mantra dalam slot), Timpa Tulis (bergabung dengan pengarang buku yang ditelan), Penilaian (mengidentifikasi benda sebelumnya), dan inventaris — kekuatan-kekuatan yang oleh Theodore sendiri disebut sebagai kecurangan belaka.
Grimoir ini memiliki kepribadian dan suara tersendiri — menyeramkan dan bergemericik, berbicara langsung ke dalam pikiran pemiliknya dan hanya dapat didengar olehnya seorang. Gluttony malas, sombong, suka mengolok, tajam lidah, dan hampir selalu tidur, hanya terbangun untuk makan atau memberi nasihat; ia meremehkan santapan murahan, bangga dengan makanan yang layak, dan dengan senang hati saling sindir bahkan dengan grimoir lain. Ia berbahaya: jika tidak diberi makan, ia mulai memandang pemiliknya sebagai makanan. Kekuatannya terbuka secara bertahap — segel-segel mengikatnya, dan segel itu tidak jatuh atas kehendak sendiri (grimoir tidak bisa melepas segelnya sendiri), melainkan seiring tumbuhnya prestasi dan kekuatan Theodore, berdasarkan standar sistem Tujuh Dosa.
Sebagai makhluk yang menyaksikan Zaman Mitos, Gluttony menyimpan kenangan tentang dewa-dewa kuno, naga, dan peninggalan yang terlupakan, dan seringkali menjadi satu-satunya sumber pengetahuan Theodore tentang hal-hal yang bahkan mengalahkan para archmage zaman sekarang. Kebalikan langsungnya adalah Pride (Superbia), yang memakan makhluk hidup dan mengambil kualitas terbaik mereka; permusuhan di antara keduanya tak terelakkan, sebab hakikat mereka sendiri saling bertentangan. Menurut penuturan grimoir, tubuh-tubuh Tujuh Dosa berada di luar dimensi ini, dan Gluttony di dunia ini hanyalah satu dari banyak yang tersebar di seluruh semesta. Di bagian akhir cerita, kerakusan Gluttony menang: kekuatan 'menelannya' berbalik kepada kontraktornya sendiri, dan Theodore, demi bertahan hidup, memutus kontrak itu — dengan benar-benar menghancurkan jiwanya sendiri. Perpisahan itu pahit: grimoir menyebut Theodore sebagai penyihir paling misterius dan terhebat dari semua yang pernah mengadakan kontrak dengannya.
Cara kerjanya
Grimoir menyerap buku dan artefak dengan menjulurkan lidah dari telapak tangan pemiliknya; apa yang ditelan lenyap sepenuhnya, hanya menyisakan pengetahuan dalam ingatan dan tambahan kekuatan sihir. Buku yang dilahap dihafal seutuhnya, dan jika menguraikan sebuah mantra, Theodore langsung menguasainya. Makin langka dan berharga santapannya — terutama naskah asli tulisan tangan sang penulis — makin besar hasilnya dan makin tinggi peluang mewarisi pengalaman penulisnya sendiri melalui Synchronization.
Melepas segel membuka fungsi-fungsi baru: Memorization (menyimpan mantra dalam slot), Overwrite (menyatu dengan penulis buku yang dilahap), Appraisal (mengetahui lebih dulu hasil sebuah santapan), sebuah inventaris, dan bicara batin. Melahap benda berbahaya (seperti wadah penyihir hitam Jerem) dapat menghancurkan tubuh pemiliknya kecuali segel lain dilepas atau pencapaiannya cukup tinggi. Laparnya harus dipuaskan secara teratur, atau grimoir akan berbalik melawan pemiliknya.
Sifat & kepribadian
Gluttony berkesadaran dan berbicara dengan suara berdeguk yang tak wajar langsung ke benak Theodore — hanya terdengar oleh pemiliknya. Ia malas, angkuh, suka mengejek, dan hampir selalu tidur. Ia mencibir makanan murahan, bangga akan santapan yang layak, dan dengan senang hati saling sindir bahkan dengan grimoir lain, terutama Keangkuhan (Superbia), yang wujudnya ia sebut menjijikkan.
Secara alami ia bukan grimoir otonom yang bebas bergerak (tak seperti Superbia dan Invidia): tanpa seorang kontraktor, kemampuannya bertindak sendiri terbatas, dan jika pemiliknya kabur tanpa bertarung, grimoir cukup menghancurkan diri sendiri. Sepanjang cerita, Gluttony berubah dari parasit yang mengancam menjadi sekutu setia, meski tajam lidah — namun keserakahan bawaannya tetap menjadi ranjau berdaya tunda.
Segel, sejarah & klimaks
Segel-segel mengikat grimoir dan runtuh seiring bertumbuhnya jasa dan kekuatan Theodore: segel ke-4 membuka fungsi otonomnya (yang bisa dilarang sistem untuk sementara jika segel dilepas dengan «metode tak lazim»), dan segel ke-5 membuka kekuatan baru serta hak mempelajari rahasia yang sebelumnya ditahan. Bagi grimoir Tujuh Dosa, melepas segel adalah «kembali ke keadaan asal»: pada tahap ke-5 Superbia menaklukkan naga dewasa, dan pada tahap ke-6, menurut ukurannya sendiri, seseorang bisa membunuh naga kuno seorang diri.
Gluttony adalah produk Era Mitos dan menyimpan pengetahuannya, menjadikannya sumber tak ternilai tentang dewa kuno, naga, pusaka, dan Tujuh Dosa itu sendiri. Di klimaks, keserakahan grimoir menang dan kekuatan «melahap»-nya berbalik ke Theodore. Kontrak mengikat mereka secara langsung, dan Theodore memutuskannya dengan satu-satunya cara yang mungkin — menghancurkan jiwanya sendiri, agar titik sambungan (tangan kirinya) dipulihkan dan grimoir mulanya tak sadar kontrak sudah putus. Perpisahannya pahit: Gluttony menyebut Theodore yang terhebat dari semua kontraktornya.
Hubungan
-
Theodore MillerKontraktor/PemilikPemilik grimoir dan satu-satunya yang mendengar suaranya; di klimaks ia memutus kontrak dengan menghancurkan jiwanya sendiri.
- Tujuh DosaAnggota set
Gluttony adalah salah satu dari tujuh grimoir iblis yang mewujudkan dosa-dosa besar.
- Era MitosAsal-usul
Grimoir berasal dari Era Mitos dan menyimpan pengetahuannya.
- LingkaranIstilah terkait
Memungkinkan Theodore menaiki Lingkaran meski afinitasnya nol.