Peran dalam cerita
Morant adalah titik awal cerita: di sinilah Lorist menghabiskan sepuluh tahun sebagai taruna Dawn Academy sebelum Sedekamp dan Patt menemukannya (bab 41, 45). Sebuah pusat perdagangan kosmopolitan tempat banyak dewa disembah dan berdiri sebuah patung serta kuil raksasa Sigwa — Dewa Matahari, Cahaya, dan Perang; tak heran kota ini disebut Kota Kuil. Tujuh dari sepuluh akademi terbaik di benua itu ada di sini, sehingga ia tersohor sebagai Kota Akademi.
Kota ini diperintah bukan oleh Union Council, melainkan oleh City Chancellery di distrik Tengah, yang kepalanya diangkat untuk lima tahun melalui penilaian oleh City Council yang berisi perwakilan kawasan. Bagi Lorist, Morant tetap menjadi gambaran 'surga duniawi' dan kampung halaman nan jauh yang dirindukan mereka yang pergi ke utara; pada jilid-jilid berikutnya, perang dagang House Norton melawan Trade Union turut menjalar sampai ke sini.