The Assassination, the Capital, and the Siege of Windbury
Deskripsi
Pangeran Kedua (kini Raja Iberia) mengirim Mahaguru Pedang Galinan untuk membunuh Lorist, tetapi Lorist menewaskan sang pembunuh. Sebagai pembalasan, pada 4 Mei 1772 ia mengerahkan dua puluh empat ribu pasukan, mengepung ibu kota Iberia, Windbury, dan menawan Pangeran Kedua sendiri, menghancurkan resimen pengintai yang dikirim Adipati Agung Fisabrun untuk menolong.
Lorist dengan mencolok menyalibkan jenazah Galinan di alun-alun, menjarah gudang-gudang kerajaan, tetapi mengampuni kaum bangsawan dan sang ratu. Lalu ia mengunjungi bekas ibu kota Krisen (kini Andinaq): dunia pun melebar: pasar buku yang jenuh, kemerosotan kekaisaran, Perkumpulan Firdaus milik Putri Kelly.
Linimasa
- Bab 201Chapter 201: Assassination Attempt
Sebuah upaya pembunuhan terhadap Lorist; sang pembunuh, Mahaguru Pedang Galinan, tewas di tangannya.
- Bab 213Chapter 213: The Royal Capital
4 Mei 1772: Lorist mengepung ibu kota Iberia, Windbury, dan menawan Pangeran Kedua; para pengintai Fisabrun dihancurkan. Jenazah Galinan dipajang di atas salib di tengah alun-alun ibu kota, sebagai peringatan.
- Bab 213Chapter 213: The Royal Capital
4 Mei 1772: Lorist mengepung ibu kota Iberia, Windbury, dan menawan Pangeran Kedua; para pengintai Fisabrun dihancurkan. Jenazah Galinan dipajang di atas salib di tengah alun-alun ibu kota, sebagai peringatan.
- Bab 226Chapter 226: The Imperial Capital
Lorist mengunjungi bekas ibu kota Krisen (Andinaq) dan menyaksikan kemerosotan kekaisaran.
- Bab 235Chapter 235: Heading to Morant City
Lorist berangkat kembali menuju Morant, bersiap untuk urusan-urusan baru di laut.