Lewati ke konten
Karakter

Sleigh Walt

Nama lain: Third Generation · Sleigh · The Third Ancestor

Peran
Kepala Generasi Ketiga Wangsa Walt; salah satu dari Tujuh Leluhur Permata Biru
Keterampilan
Pikiran — memicu halusinasi, menumpulkan reaksi dan penilaian
Senjata
Pedang perak tanpa bilah (memanjang dan memendek) serta belati lempar
Legenda
Anggota Walt pertama yang gugur di medan perang; termasyhur sebagai jenderal yang menutupi mundurnya raja

Deskripsi

Sleigh Walt adalah kepala Generasi Ketiga Wangsa Walt, keluarga bangsawan provinsi, dan salah satu dari Tujuh Leluhur yang kesadarannya tetap hidup di dalam Permata Biru (Goluboy Dragotsenny kamen), pusaka keluarga yang menasihati dan melatih sang protagonis Lyle. Ia digambarkan sebagai pemuda berambut emas sebahu dengan jubah hijau pendek yang berpakaian layaknya bangsawan rendahan dan memberi kesan agak main-main serta santai — kontras tajam dengan legendanya. Senjata andalannya adalah 'pedang tanpa bilah' dari perak yang bilah tak kasatnya bisa memanjang dan memendek sesuka hati serta melipat menjadi kalung, dan ia juga bertarung dengan gaya yang berpusat pada belati lempar.

Dalam catatan sejarah resmi, Sleigh dipuja sebagai jenderal gagah berani dan anggota Wangsa Walt pertama yang gugur di medan perang: pada Keajaiban Bansaim ia konon menahan pasukan sepuluh ribu orang seorang diri dan menutupi mundurnya raja dengan nyawanya. Kebenaran yang terungkap lewat kenangannya jauh lebih suram — ia hanyalah seorang baronet, dilempar ke serangan bunuh diri tanpa harapan akibat blunder strategis sang raja sendiri, dan setelah kematiannya wangsa kerajaan Bansaim mencuri prestasinya lalu memolesnya menjadi mitos nyaman tentang 'jenderal yang setia', sebuah pemutarbalikan yang memupuk kebencian Wangsa Walt selama tiga ratus tahun.

Berdasarkan wataknya, Sleigh sama sekali bukan seorang pejuang sejati. Ia gemar membaca dan tempat-tempat yang tenang, bermimpi cukup menghabiskan hari-harinya di perpustakaan, dan tak pernah ingin menjadi ahli siasat medan perang. Ia menjadi pewaris hanya karena kakaknya Dewey tewas sewaktu kecil saat melindunginya dari monster, sebuah kehilangan yang membuatnya memikul rasa bersalah mendalam seumur hidup. Keterampilan Generasi Ketiganya adalah Pikiran (Maind) — jauh lebih dari sekadar hipnosis, ia menanamkan halusinasi dan menumpulkan reaksi serta penilaian lawan, sesuatu yang oleh para leluhur sendiri disebut teknik licik dan kotor. Di balik sikapnya yang enteng bersemayam seorang lelaki dengan kemuliaan sejati yang menyerahkan nyawanya demi orang lain.

Di dalam Permata, kisah Sleigh adalah kisah rekonsiliasi dan pembebasan yang lama tertunda. Ia akhirnya mengatakan kepada putranya, Marks dari Generasi Keempat, bahwa Marks adalah kepala keluarga yang jauh lebih layak daripada dirinya sendiri dan kebanggaan sejatinya, serta meminta maaf atas beban yang ia wariskan. Bersatu kembali dengan sang kakak Dewey yang tak pernah bisa ia selamatkan, ia tergerak untuk bertindak demi Lyle: pada puncak cerita ia memimpin beberapa ratus prajurit, menangkap keluarga kerajaan Bansaim, secara terbuka merebut kembali jasa yang dicuri dinasti itu, dan membantu keturunannya di jalan menuju takhta kaisar.

Linimasa

  1. Bab 4

Hubungan

Tersedia dalam bahasa

diperbarui 6 Juli 2026