Perjalanan dalam Cerita
Darius adalah lawan politik utama Ariel. Berperan sebagai dalang, ia mendudukkan pangeran sulung, Gravel, di atas takhta dan memaksa putri kedua, Ariel, melarikan diri dari negeri itu. Setelah pengasingannya, pengaruh faksi Wangsa Notos (Pilemon), yang sebelumnya mendukung Ariel, anjlok tajam, dan Pilemon berupaya membelot kepada sang pemenang, Darius.
Ketika Ariel kembali ke ibu kota, Ars, Darius menghadapkannya dengan pendekar pedang bayaran kelas atas: Dewa Air Reida dan para Dewa Utara. Dalam konfrontasi penentu, pasukannya dihancurkan oleh Rudeus, Eris, Sylphie, dan Ghislaine, dan Darius sendiri tumbang. Dengan kematiannya, kekacauan melanda istana, tetapi Ariel melaju mantap menuju takhta, mengisi kekosongan yang ditinggalkan Darius dengan orang-orangnya sendiri.