The Three Sword Styles
- Jenis
- tiga aliran pedang besar
- Aliran
- Dewa Pedang · Dewa Air · Dewa Utara
- Tingkatan
- hingga Santo, Raja, Kaisar, Dewa
- Asal
- Tanah Suci Pedang
Deskripsi
Dunia memiliki tiga aliran pedang besar, yang pengikutnya tersebar di mana-mana. Yang pertama adalah Aliran Dewa Pedang: ilmu pedang yang murni menyerang, tempat serangan adalah pertahanan tertinggi. Tujuannya adalah menyerang lebih dulu dengan cara apa pun, dengan kecepatan sepenuhnya, dan menumbangkan musuh dalam satu tebasan; jika gagal, mundur lalu ulangi. Prinsipnya adalah «yang menyerang lebih dulu, menang». Teknik tertingginya adalah «Bilah Berkilau», tebasan secepat kilat yang membelah segala yang dilaluinya.
Yang kedua adalah Aliran Dewa Air, kebalikan dari yang pertama: ilmu pedang bertahan berupa tangkisan dan serangan balik. Para ahli aliran ini mampu menangkis gerakan serangan apa pun — termasuk sihir dan proyektil — lalu seketika membalas. Aliran ini dipelajari para ksatria istana dan bangsawan, yang tugas utamanya adalah melindungi. Yang ketiga adalah Aliran Dewa Utara: lebih merupakan strategi medan perang daripada ilmu pedang murni, dengan teknik menangani luka dan memanfaatkan segala hal di sekitar; gayanya yang tak terduga digemari para tentara bayaran dan petualang, sebab memungkinkan seseorang bertarung bahkan dalam keadaan terluka.
Tingkatan dan Tanah Suci
Ketiga aliran berbagi satu tangga tingkatan yang sama: Pemula, Menengah, Tinggi, Santo, Raja, Kaisar, dan Dewa. Tingkatan tertinggi dinamai dari julukan para pendirinya: Pendekar Pedang — Raja Pedang — Kaisar Pedang — Dewa Pedang. Biasanya hanya ada satu Raja Pedang di dunia, yang menunjukkan betapa sempitnya gerbang ini. Banyak pendekar pedang mengambil yang terbaik dari beberapa aliran: demikian pula Paul Greyrat, ahli Aliran Dewa Pedang, yang juga menguasai aliran Air dan Utara.
Tempat lahir dan jantung aliran-aliran ini adalah Tanah Suci Pedang, tempat Gal Farion bertakhta sebagai Dewa Pedang. Di sinilah Eris Boreas Greyrat merebut gelar Raja Pedang, dan guru Rudeus, Ghislaine, adalah ahli terkuat keempat Aliran Dewa Pedang. Inti sejati dari penguasaan, menurut kata-kata Dewa Pedang, bukanlah kekuatan ataupun teknik, melainkan hasrat dan tekad yang tak tergoyahkan.
Linimasa
- Bab 6Chapter 5: Swordsmanship and Magic
Paul menjelaskan kepada Rudeus tiga aliran pedang besar — Dewa Pedang, Dewa Air, dan Dewa Utara — beserta tangga tingkatan bersama mereka.
- Bab 11Chapter 10: "Growing Pains"
Paul memperagakan Aliran Dewa Air, mengalihkan serangan Rudeus dan membalasnya.
- Bab 157Interlude: The Birth of a New Sword King
Di Tanah Suci, Dewa Pedang mengungkapkan bahwa inti dari semua tingkatan adalah hasrat dan tekad, lalu mengangkat Eris sebagai Raja Pedang.
Hubungan
-
Holy Land of SwordsTempat lahir aliranKetiga aliran pedang lahir di Tanah Suci.
-
Eris Boreas GreyratRaja PedangMeraih gelar Raja Pedang dari Aliran Dewa Pedang.
-
Paul GreyratAhli tiga aliranMenguasai Aliran Dewa Pedang, Dewa Air, dan Dewa Utara.
-
Ghislaine DedoldiaRaja PedangTerkuat keempat Aliran Dewa Pedang; guru Rudeus.
-
Gal FarionDewa PedangPemimpin Aliran Dewa Pedang di Tanah Suci.
- Magic Rank SystemTangga tingkatan bersama
Aliran pedang menggunakan tangga yang sama dengan para penyihir.